Jember Di Masa Depan

mad-huaxi-city-center-in-guiyang

Dewasa ini, perkembangan perkotaan hampir di seluruh dunia banyak dipengaruhi oleh konsep-konsep pro-industri yang kurang terkonsep dengan baik, tidak beraturan, dan “tidak punya hati” dalam hal ini tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Suatu contoh jika kita pergi ke Kota Linfen di Cina yang merupakan kawasan pertambangan batu bara legal maupun illegal, kita pasti akan menghirup udara yang mengandung aroma batu bara. Bahkan pakaian yang kita jemur di sana akan menghitam sebelum mengering. Atau jika kita mengunjungi Kota Norilsk di Rusia yang merupakan pusat peleburan logam berat terbesar di dunia, diperkirakan hingga 4 juta ton limbah logam berat dan beracun lainnya telah dilepaskan ke udara Kota Norilsk. Bisa Anda bayangkan berapa angka kematian penduduk di kota ini? Sangat tinggi. Bahkan Anda bisa melihat bahwa dalam radius 30 mil dari pusat peleburan nikel di kota ini, Anda tidak akan menemukan pohon yang hidup.

Di era globalisasi ini, sudah selayaknya konsep kota tidak lagi ditentukan oleh logika revolusi industri yaitu kecepatan, keuntungan dan efisiensi semata, tapi juga harus mengikuti aturan alam mengingat banyak sekali korban atas pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Saya pribadi punya impian bahwa suatu saat nanti kota yang saya tinggali setara dengan Reykjavik di Islandia, Vancouver di Kanada, Portland di Oregon, Copenhagen di Denmark, dan Malmo di Swedia.

Tetapi perlu dicatat, menjadi kota yang ramah lingkungan bukan berarti anti terhadap pembangunan, atau phobia terhadap modernisasi. Justru saya pikir, kita membutuhkan konsep peduli lingkungan yang dipadu dengan teknologi modern terkini abad 21. Beberapa kota yang telah saya sebutkan, sudah mengaplikasikan konsep ramah lingkungan yang dipadu dengan teknologi modern.

Saya ingin kota yang saya huni tidak hanya terbangun oleh gedung-gedung pintar bersertifikat LEED, tetapi juga memiliki masyarakat yang paham akan masa depan yang lebih baik, masyarakat yang juga menerapkanGreen Life Style agar kehidupan dapat berjalan selaras dan berimbang.

Bentuk konkret dari masyarakat dan tata kelola yang ramah lingkungan dapat terlihat dari kesadaran publik akan pentingnya buang sampah pada masing-masing  jenis tong sampah yang telah disediakan, menggalakkan 4R di rumah-rumah mereka, menggunakan lampu hemat energi, lebih mengutamakan menggunakan alat transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi, senang berjalan kaki ataupun bersepeda dan membuat lubang-lubang biopori di halaman rumah mereka. Itulah contoh-contoh kecil yang bisa diterapkan sebagai gaya hidup ramah lingkungan.

Disamping itu, saya berharap Jember, kota yang saya diami saat ini, kelak akan menjadi surga untuk para penduduknya, lebih dicintai oleh warganya, dibanggakan oleh pemuda/i-nya dan memiliki angka harapan hidup yang panjang. Tentu saja hal ini akan tercipta jika pemerintah dan para stakeholder yang terlibat dapat berperan serta membangun sistem tata kelola yang berkelanjutan.

Saya juga berdoa semoga suatu hari nanti Jember memiliki satu gedung pencakar langit yang menjadi contoh terbaik kesempurnaan sinergi antara arsitektur bangunan dan ilmu perekayasaan yang berkesinambungan, yang memungkinkan proyek inovatif menjadi nyata. Seperti adanya panel radiant cooling, panel surya, jendela double-glaze, ventilasi udara sesuai dengan permintaan tenant, dan pengendali cahaya matahari yang responsif, yang semuanya diorientasikan untuk mewujudkan efisiensi energi di gedung tersebut, yang akhirnya tidak berdampak buruk pada lingkungan dan juga bisa menjaga kesehatan penghuni dan warga negara. Karena saya yakin, pembangunan yang mulia juga harus mengutamakan perpaduan holistik antara arsitektur yang berkesinambungan, berbagai solusi perekayasaan yang inovatif dan konsep bangunan yang unik.

Di lain sisi, saya sebagai warga juga ingin mempunyai banyak pilihan nongkrong di tempat terbuka hijau agar dapat melegakan mata dan otak dengan melihat taman yang indah secara gratis. Adanya pantai di Kota Jember selain menjadi tempat wisata estetik, harapannya juga dapat menciptakan taman kincir angin lepas pantai yang bisa memasok energi listrik.

Impian dan harapan saya bisa jadi adalah mimpi dari banyak orang. Maka dari itu, semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan doa-doa kami, menggerakkan hati yang berwenang supaya senantiasa menjalankan sistem ramah lingkungan di setiap program pembangunan yang ada. Sehingga ke depannya tidak ada lagi jomblo-jomblo yang kebingungan mencari ruang terbuka hijau di Jember, tidak ada lagi kendaraan atau transportasi umum tak layak jalan berkeliaran, tidak ada lagi remaja yang baru putus galau kemudian corat-coret tembok dan akhirnya menyebarkan vandalisme di mana-mana.

***artikel ini berhasil menjadi Top 10 dalam ajang Gramedia Blogger Competition April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s